Atlantic Dreamland Salatiga, Destinasi Wisata Ramah Keluarga

Anda ingin liburan bersama keluarga? Atlantic Dremland merupakan pilihan tempat wisata yang tepat. Pasalnya, kawasan ini menyuguhkan wahana lengkap, aman, dan ramah anak. 

Harga tiket masuk ke Atlantic Dreamland cukup terjangkau. Kategori tiket partisi, biayanya sekitar Rp8.000-20.000 per orang. Anda bisa menggunakannya untuk bermain di satu wahana. Sementara itu, tiket terusan dibanderol Rp50.000 dengan fasilitas 19 wahana dewasa dan anak-anak.

Cara Menuju ke Lokasi Atlantic Dreamland

Atlantic Dreamland berlokasi di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Salatiga. Karena letaknya strategis, pengunjung bisa menggunakan berbagai jenis kendaraan. Jika ingin naik kereta api, Anda harus turun di Stasiun Poncol atau Tawang, Semarang. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus jurusan Semarang-Solo. Kalau lewat jalan tol, membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 17 menit.

Lalu, bagaimana cara mendapatkan tiket KA ke Semarang? Anda bisa membeli di loket stasiun keberangkatan. Jika memilih KA Ekonomi AC, pilih tujuan akhir di Stasiun Poncol atau Tawang. Sebaliknya, perjalanan KA Bisnis dan Eksekutif harus berakhir di Stasiun Tawang.

Wahana Menarik di Atlantic Dreamland

Atlantic Dreamland berdiri di atas lahan 3,5 hektare. Tempat ini menyediakan sekitar 19 wahana air dengan kategori dewasa dan anak-anak. Berikut ini beberapa wahana yang terdapat di Atlantic Dreamland.   

  • Becak Air

Becak Air – 4.bp.blogspot.com

Becak air merupakan alat transportasi air yang digunakan untuk berwisata di danau atau telaga. Untuk menjalankannya, Anda harus mengayuh pedal ke arah depan. Dengan begitu, akan ada arus yang mendorong pergerakan becak. Soal kapasitas, becak ini bisa menampung empat orang. 

  • Mini Train

Mini Train – touristtrain.eu

Mini Train adalah wahana kereta api mini yang disuguhkan untuk anak-anak. Kendaraan ini terdiri dari lokomotif dan gerbong penumpang. Namun, bentuk gerbongnya semi terbuka dengan atap aneka warna. Setiap gerbong pun dilengkapi replika tokoh kartun, antara lain Angry Bird, Donal Bebek, dan SpongeBob.

  • Pirates Ship

Pirates Ship – pirateshowcancun.com

Pirates Ship merupakan permainan berbentuk replika kapal yang dijalankan dengan cara diputar atau diayun. Konsep kerja permainan ini mirip kora-kora. Namun, ayunan atau putaran Pirates Ship lebih aman untuk anak-anak. Meski begitu, orang tua harus tetap mengawasi buah hati saat sedang bermain di sini. Pastikan mereka sudah mengenakan pengaman.

  • Zona Bioskop 4D

Atlantic Dreamland tak hanya menawarkan wisata air, tetapi juga bioskop 4 dimensi. Di sini, pengunjung bisa menonton berbagai judul film dengan efek nyata. Jadi, saat melihat film, seolah Anda berada di dalamnya. Padahal, itu hanya dampak yang diberikan oleh kacamata steroptic. 

  • Kuda Poni

Bagi yang suka berkuda, bisa mencicipi wahana kuda poni. Ukuran kuda ini pendek, tetapi rambu kepalanya panjang. Siapa pun bisa menunggang hewan tersebut, termasuk anak-anak. Untuk menjaga keselamatan, satu orang penunggang didampingi oleh riding boy (pemandu). Selain itu, penunggang harus memakai beberapa perlengkapan, seperti helm, sepatu, dan kacamata.

  • Waterboom

Selanjutnya, ada wahana waterboom yang bisa digunakan oleh dewasa dan anak-anak. Tempat ini menyediakan fasilitas kolam renang, seluncur, ember tumpah, dan jembatan mini. Untuk menjajal wahana ini, setiap pengunjung harus membayar Rp30.000 per orang. Namun, khusus pembeli tiket terusan, bisa langsung masuk ke arena.

  • Wahana Flying Fox

Anda menyukai tantangan? Berarti bisa mencoba bermain di wahana flying fox. Panjang lintasannya terbagi menjadi dua kategori. Pertama, lintasan sepanjang 65 meter dirancang khusus untuk anak-anak. Sementara itu, lintasan 170 meter dapat digunakan orang dewasa. Tempat meluncur terletak di ketinggian 13 meter sehingga seluruh zona di Atlantic Dreamland bisa terlihat dari sini. 

  • Roller Coaster Mini

Meskipun berukuran mini, permainan ini tidak kalah menantang. Model roller coaster tersebut mirip kereta api. Dengan kecepatan tinggi, roller coaster meluncur di atas rel berangka baja. Bedanya, rel terletak di ketinggian tertentu. Ukuran trek pun tidak terlalu curam dan panjang sehingga aman bagi anak-anak. 

  • Bom-bom Car

Bom-bom car merupakan mobil mini yang digerakkan oleh tenaga listrik. Model kemudi dan tempat duduknya dibuat mirip dengan mobil sungguhan. Meskipun terkena benturan keras, bom-bom car tetap aman. Pasalnya, bagian bumper terbuat dari bahan karet. Warna bom-bom car pun bervariasi, antara lain hijau, merah, kuning, biru, ungu, dan merah muda.

  •  Sunny Train

Sunny Train adalah wahana untuk menyaksikan pertunjukan musik. Zona ini bisa dikunjungi oleh pengunjung berbagai umur. Beberapa seni yang ditampilkan, antara lain musik tradisional, modern, dan beragam nyanyian. Biasanya, permainan tersebut ditampilkan di atas lokomotif kereta. Karena itulah, disebut Sunny Train.

Demikian ulasan singkat mengenai Atlantic Dreamland Salatiga. Saat musim liburan atau akhir pekan, tempat rekreasi ini kerap ramai. Karena itu, pesanlah tiket kereta api beberapa minggu sebelumnya agar tidak kehabisan.

5 Keuntungan yang Bisa Diperoleh ketika Solo Travelling

Siapa bilang Solo Travelling membosankan? Ada banyak manfaat yang bisa kita dapetin dari Solo Travelling loh!

Sudah sangat ingin berlibur, tapi masih kesulitan mencari teman yang bisa diajak untuk pergi bareng? Jangan sampai hanya karena tidak ada teman, kamu akhirnya membatalkan rencanamu untuk mengeksplor beragam tempat yang sudah kamu impikan jauh-jauh hari. Jika memang tidak ada teman yang dapat kamu ajak untuk berpelancong baru karena masalah waktu dan lain hal, tidak ada salahnya kamu mencoba pengalaman baru dengan melakukan solo travelling.

Meskipun belum terlalu populer, nyatanya banyak orang yang kerap melakukan solo travelling karena berbagai alasan, loh. Salah satunya tentu saja sama sepertimu, tidak menemukan teman seperjalanan yang tepat guna berlibur saat itu. Alih-alih membosankan, gaya berlibur yang satu ini nyatanya dapat memberikanmu banyak keuntungan yang sulit kamu jumpai ketika berlibur ramai-ramai bersama kerabat maupun sahabat.

1.   Bebas Menentukan Objek yang Mau Disinggahi

Sumber gambar: whstatic.com

Saat bepergian beramai-ramai, terkadang kamu berlapang dada saat ada satu objek yang sangat ingin kamu singgahi tidak terpilih dalam jadwal bersama teman-teman seperjalananmu. Bisa jadi, ini karena sebagian besar dari teman perjalananmu lebih memilih objek lain yang dianggap lebih menarik guna dikunjungi. Ketika kamu memutuskan untuk solo travelling, kamu tidak perlu merasakan kekecewaan seperti itu karena kamu bebaskan menentukan objek apa saja yang akan kamu singgahi, tanpa intervensi siapa pun tentunya. Kamu pun akan pulang dengan puas dari destinasi wisata tersebut sebab beragam tempat keren yang kamu impikan menjadi terwujud guna didatangi.

2.   Lebih Fleksibel

Sumber gambar: cdn.blog.hu

Meskipun seru karena melakukan perjalanan beramai-ramai, ada kalanya kamu menjadi sangat kesal dengan teman seperjalanan karena masalah waktu dan rencana kegiatan. Contohnya, kamu yang sulit untuk bangun pagi dipaksa untuk berjalan sedari pagi untuk bisa memuluskan rencana hari itu mengunjungi beragam objek wisata yang ada dalam daftar perjalanan kalian. Atau bisa jadi, justru kamu yang gondok karena persiapan teman perjalananmu yang lelet sehingga dianggap menyia-nyiakan waktu. Hal ini tidak akan kamu rasakan jika melakukan solo travelling.  Karena seorang diri, tentu saja kamu lebih fleksibel mengatur waktu maupun beragam kegiatan yang akan kamu lakukan saat liburan. Ya, perjalananmu adalah sepenuhnya milikmu!

3.   Mendapat Teman Baru

Ketika pergi berwisata beramai-ramai, teman perjalananmu adalah duniamu. Interaksimu akan cenderung berkutat kepada mereka hingga kerap tidak memedulikan orang-orang di sekitarmu. Berbeda ketika kamu melakukan solo travelling. Kamu akan lebih menyadari keberadaan orang-orang asing di sekitarmu sebagai bentuk kewaspadaan maupun rasa ingin tahu. Dengan demikian, kemungkinan bagimu untuk mendapatkan teman baru di liburanmu kali ini akan lebih besar. Tidak percaya? Buktikan saja sendiri.

4.   Meminimalkan Kemungkinan Drama

Pergi bersama-sama berarti pergi dengan banyak kepentingan. Ada kalanya dalam perjalanan liburan bersama teman-teman, ada salah satu kepentingan yang terusik hingga menyebabkan pertengkaran yang kerap berujung drama, seperti melakukan aksi tutup mulut seharian maupun menangis berbarengan. Alhasil, harimu menjadi terasa menyebalkan dan kamu menjadi kurang dapat menikmati perjalanan liburanmu. Karena pergi sendiri, drama-drama seperti itu hampir tidak mungkin kamu jumpai dalam solo travelling-mu. Kalaupun ada drama, biasanya itu hanya berkutat di suasana hatimu. Untuk hal ini, makanan dan panorama cantik dijamin akan cepat membuat suasana hatimu kembali membaik.

5.   Lebih Independen

Sumber gambar: holidify.com

Melakukan solo travelling berarti kamu mempertaruhkan perjalananmu kepada diri sendiri. Hal ini berarti satu-satunya yang dapat kamu andalkan adalah dirimu sendiri. Mulai dari membuat jadwal kunjungan, mencari objek wisata, hingga membeli tiket kereta api dan memesan kamar hotel harus kamu lakukan semuanya sendirian. Untunglah saja sekarang ada banyak online travel agent yang akan sangat membantumu melakukan beragam kesibukan tersebut sehingga beban perjalananmu lebih ringan. Di balik itu semua, melakukan segala persiapan liburan dari awal sampai akhir secara seorang diri tentunya membuatmu lebih independen. Kamu akan lebih mandiri sebab kamulah penentu sukses maupun tidak liburanmu.

Dengan melihat beragam keuntungan dari solo travelling di atas, masih tidak tertarik untuk mencoba berlibur seorang diri? Yakin? Pasti jawabannya tidak, bukan, soalnya sekarang kamu siap untuk melakukan perjalanan, meskipun teman-temanmu sedang tidak bisa menemanimu liburan.

Pengalaman Pertama di Hotel Kapsul : Nggak Sesumpek Itu Kok!

Beberapa tahun terakhir muncul tren penginapan yang khusus diperuntukan untuk para backpacker. Ada yang model kamar kos, guest house, hostel, dan yang paling terbaru hotel kapsul.

Awal kemunculan hotel kapsul, saya agak under estimate dengan konsep hotel ini. Ga kebayang tidur di dalam ruangan yang hanya berukuran kurang lebih 1 x 1 x 2 meter. Bakalan sumpek dan sesek, setidaknya itu yang saya pikirkan kalo tidur di dalam kapsul. Tapi karena penasaran dan tergiur akan murahnya, akhirnya saya tetap mencoba juga menginap di hotel kapsul hehe. Inilah sedikit cerita saya setelah menjajal menginap 2 malam di Tab Capsule Surabaya.

Strategis

Umumnya hotel kapsul ini berlokasi di tengah kota, dekat dengan stasiun / bandara. Misal kalo di Jogja, ada hotel kapsul di sekitar Malioboro, tinggal jalan kaki kalo mau ke Stasiun Tugu. Kalo hotel kapsul di Surabaya, lokasinya ada di Gubeng, cuma jalan 10 menit dari stasiun Gubeng. Kalo mau belanja, jalan 5 menit ada plaza surabaya.

Murah

Ya ini emang value dari hotel kapsul, bisa menyediakan penginapan yang murah. Saya menginap di tab kapsul surabaya, hanya Rp. 125.000 per malamnya. Booking pake promo Rp 1000 http://bookinglokal.com, jadi cuma Rp. 126.000 untuk 2 malam. Daaaann, harga segitu udah sama sarapan loh! Sarapannya a la carte sih, tapi tetep aja ga masuk akal harganya. Hari pertama menunya sandwich, dan hari kedua nasi goreng omelete.

restaurant hotel tab capsule lt 5

Privasi Terjaga

Dulu sebelum hotel kapsul ngetrend, kalo mau nginep murah biasanya di Hostel. Hostel kan 1 kamar isinya ada banyak ranjang bertingkat. Jadi ya siap siap akan berisik, dan ga bisa dapet suasana private. Nah hotel kapsul ini menjawab kekurangan hostel, 1 kamar tetep buat rame rame, tapi tiap pengunjung tetep dapet privasinya di dalam kapsul masing masing.

Nyaman

Ini sih yang paling penting dari segalanya. Harga murah bukan berarti pelayanan murahan. Fasilitas komplit, TV, AC, heater, mushola, kamar mandi bersih, handuk kasur selimut yang nyaman. Gaada hak buat komplain lagi lah pokoknya.

Sekian review hotel kapsul yang agak over proud ini. hehe. Maklum, pengalaman pertama yang menyenangkan biasanya susah dilupain. Betul ga?

Pengalaman Mengurus Administrasi di 3 Kota Berbeda

Sedikit prolog, kalo ditanya orang saya asalnya dari mana, jujur butuh waktu beberapa detik untuk saya bisa menentukan jawaban yang tepat. Saya lahir di bogor, besar di jogja, dan lama menetap di depok. Pada titik inilah saya merasa mengalami krisis identitas (halah terlalu mendramatisir wkwk). Maklum, keluarga saya termasuk bangsa nomaden, berpindah tempat untuk mencari lahan hidup. Total dari yang saya ingat saja sudah ada 5 tempat tinggal yang pernah kami singgahi.

Pengalaman mendiami beberapa daerah inipun memberikan saya pengalaman menghadapi urusan administrasi di berbagai daerah pula, terutama urusan catatan sipil. Beda daerah, beda rantai birokrasinya dan beda pula standard pelayanannya. Tulisan ini sedikit menjabarkan pengalaman saya dalam urusan catatan sipil di 3 kota/kabupaten.

1. Kabupaten Kulon Progo

Pengalaman urusan catatan sipil di Kulon Progo saya dapatkan ketika mengurus E KTP dan mengurus pencabutan KK sekitar tahun 2016. Ketika saya sudah menikah dan ingin membuat KK baru, otomatis saya harus mencabut nama saya dari KK orang tua saya.

Kesan mengurus administrasi di kulon progo sangat menyenangkan. Dinas catatan sipil disini betul betul sangat mempermudah masyarakatnya dalam urusan administrasi. Waktu yang saya butuhkan untuk mencabut KK dan membuat surat keterangan hanya 1 hari, itu terhitung dari pengurusan di Kelurahan ke Kecamatan hingga ke Dukcapil.

Standar pelayanannya perlu diacungi jempol. Konsepnya benar benar dibuat dengan orientasi melayani masyarakat. Ada security yang bisa dijadikan tempat konsultasi (seperti di Bank), nomor antrian dan sistem antrian yang jelas, antrian dan pelayanan semua di dalam gedung, dan ada lokasi fotocopy tak jauh dari situ (berbayar tapi ya).

Suasana Pelayanan Dukcapil Kulon Progo

Bisa jadi karena Kulon Progo merupakan Kabupaten yang relatif sedikit penduduk, jadi ga terlalu ramai penduduk yang ke dukcapil perharinya (meski kenyataanya kemarin penuh juga). Tapi tetap menurut opini saya pribadi, disini pemerintah betul betul memiliki orientasi mengedepankan pelayanan dan mempermudah masyarakatnya. Salut!

2. Kota Depok

Depok menjadi kota domisili saya saat ini. Sudah berulang kali saya bolak balik kelurahan – dukcapil untuk mengurus berbagai urusan administrasi. Mulai dari urusan KTP hingga Akta anak memiliki pola yang relatif sama

Yang saya kurang suka dari pengurusan administrasi di depok itu relatif lama. Tiap level birokrasi butuh waktu pengurusan minimal 14 Hari. Jadi misal ngurus KK , nunggu surat rekomendasi di kelurahan 2 Minggu, terus ke dukcapil dan harus nunggu 2 minggu lagi. Tentu jadi kontras ya setelah saya dapat pelayanan super kilat dari birokrat Kulon Progo.

Sebenernya gaada masalah kalo misal nunggu 2 minggu udah langsung jadi. Masalahnya kadang udah ditunggu 2 minggu masih juga molor, kan kasian yang kudu bolak balik cuti kerja untuk urusan begini.

Suasana Dukcapil Depok

Tapi sisi baiknya, fasilitas dan perangkat cukup mendukung mulai dari tingkat kelurahan sampai ke dukcapil, dan alurnya singkat (ga perlu mampir ke kecamatan). Alur pendaftaran sampai pulang udah jelas, ada CS juga yang bisa ditanyain mengenai alur administrasi. Loket pelayanan banyak, ruangan ber Ac dan tempat duduk yang banyak. Jadi ya relatif nyamanlah untuk ngantri juga.

3. Kabupaten Bogor

Karena akta lahir saya terbit di Bogor, otomatis kalo ilang harus ngurus kesana, dan ini yang saya alami beberapa minggu lalu. dibandingkan dengan Kulonprogo dan Depok, pengalaman saya ngurus administrasi di Dukcapil Kabupaten bogor sangat kacau. Banyak hal yang saya ga ngerti dari pelayanan di kabupaten ini.

Kalo kalian pernah main ke daerah Pemda Bogor di Cibinong, kesannya tuh daerahnya ditata rapih, banyak gedung bagus, banyak ruang terbuka dan adem pula. Nyaman lah kalo main kesana. Tapi kesan ini berbanding terbalik ketika saya mengurus administrasi disini. Gimana engga, dari sekian banyak bangunan dan ruang yang ada, kok untuk pelayanan masyarakat ditaro di gang belakang gedung, yang biasanya untuk parkir motor. Pemerintah kan digaji rakyat untuk melayani masyarakat, lha kok pelayanan untuk masyarakat malah dinomer sekiankan.

Belum lagi alur pelayanan yang amburadul, ga jelas harus kemana dulu dan kemana kumudian. Gaaada petugas “cs” yang bisa ditanyai juga. Alhasil saya inisiatif langsung ke loketnya tanpa mengambil nomer antrian (karena ga saya temukan juga tempat ngambil nomer antrian). Syukur ga ada dimintain nomer antrian. Sepertinya nomer antrian hanya formalitas atau tidak berjalan dengan baik pelaksanaanya. Orang orang disebelah saya tetap berdiri mengantri dengan membawa nomor antrian yang ga urut juga antriannya.

Suasana Pelayanan Dukcapil Kabupaten Bogor

Saya sempat iseng baca di papan pengumuman, ada pelayanan pengambilan nomor antrian via sms. Mungkin tujuannya untuk memudahkan masyarakat ya, tapi yang terjadi di lapangan justru menyulitkan. Ada yang ngeluh sms tak kunjung dibales, ada juga yang gatau harus sms dulu untuk bisa dilayani. Ga heran banyak calo berkeliaran disini.

Saya cukup beruntung dapat dilayani dalam 1 hari untuk mengurus surat berita acara akta kelahiran. Kalo saya dengar percakapan orang orang ada yang sudah 3 bulan mengurus akta belum jadi juga. Heu Heu

Tapi dari semua kota dan kabupaten diatas, yang patut diapresias itu gaada pungutan liar selama mengurus administrasi. Selama kita ngurus sendiri dan sesuai dengan waktu yang di tentukan, kita ga perlu keluar uang lagi. Beda hal kalo terlambat ya, pasti akan kena denda. Budaya ini yang harus jaga bukan cuma dari pemerintah, kita sebagai masyarakatpun juga harus ikut menjaga. Ikuti alur administrasinya, jangan dibiasain main duit biar cepet, yang kaya gini yang bikin budaya pungli justru berkembang.

Jalan Jalan di Jogja (read : Gunung Kidul)

Jadi pasca nikah, kami sekeluarga belum pernah memiliki kesempatan untuk lebaran idul fitri di Jogja. Terhitung dari 2017, berarti sudah 2 kali lebaran kami rayakan di Jakarta. Padahal awalnya kami merencanakan lebaran gantian Jakarta Jogja, tapi karena lebaran pertama Rima hamil dan lebaran kedua Seka masih belum memungkinkan keluar kota, alhasil ya rejeki Yangti Depok deh. hehe. Tapi bukan berarti kami ga ke Jogja ya selama 2 tahun itu, kami ke Jogja dengan waktu yang lebih nyaman, tau sendiri kan kalo momen mudik lebaran se-hectic apa di jalan.

Karena 2 tahun udah ga lebaran di Jogja, udah jadi target nih lebaran 2019 bisa di Jogja. Tapi lagi lagi rencana itu gagal, karena banyak hal. Mulai dari adek yang sakit, hingga jadwal kondangan yang harus dipertimbangkan, akhirnya Uti Jogja sepakat ke Jogjanya diundur aja, menyesuaikan momen yang lebih pas. Pun akhirnya kami baru bisa berangkat sudah bukan di bulan Syawal lagi. Hadeh, bener deh manusia hanya bisa merencanakan.

Kalo ke Jogja sebenernya bawaannya pengen di rumah aja gitu, maksimalin waktu bareng Uti sama Akun. Tapi emang mungkin sudah diatur waktu yang paling pas sama Allah kali ya. Begitu sampe sana ternyata Pakdenya Seka lagi ngehandle acara liburan jamaah di Jogja. Jadi kami ikut kecipratan lah itu rejeki liburan. Udah disiapin mobil, tiket, bahkan makan tinggal siapin tenaga sama uang bensin aja. Gaada alesan lagi untuk ga jalan dong.

  • Tebing Breksi

Agenda di tebing breksi ini sebenernya dzikir bersama, dilanjutkan dengan camping di sana. Tapi karena kami masih lelah perjalanan Jakarta – Jogja (paginya baru sampe), jadi ga keburu dzikirnya. Pun campingnya kami belum berani ikut, maklum bawa anak 20 bulan dan masih lelah perjalanan jauh kami belum berani ambil resiko ikut campingnya dan memutuskan numpang tidur di rumah Pakde. Tapi cukup puas bisa ikut menikmati suasana malam di tebing breksi. Jujur ini pengalaman pertama saya ke tebing breksi, ternyata bagus ya. Pusat kegitan malam itu ada di area watu tapak camp hill. Jadi area campingnya berada di atas tebing, dan langsung menghadap ke arah Kota. Suasan malamnya sih dapet banget, dingin, angin semilir, bukaan langit yang luas banget, ciamik lah. Sayang saya ga sempet ambil gambar di sana. Silahkan cari di Google deh ya, atau bisa klik di sini.

  • Goa Pindul

Kalo ada orang yang nanya rekomendasi tempat wisata di jogja, dengan mantap Goa Pindul yang saya jawab. Wisata goa pindul itu komplit, ga cuma manjain mata tapi juga ada aktivitas susur goa dan sungai yang menyenangkan. Biayanya pun relatif murah, cuma Rp. 40.000 untuk 1 tiket cave tubing. Ada banyak aktivitas yang bisa dipilih yaitu cave tubing (favorit), river tubing, susur goa, dan sewa jeep. Ini semua juga udah termasuk alat keselamatan selama aktivitas. Cuma emang lokasinya cukup jauh dari kota Jogja, dan lebih enak kalau ada tour guidenya yang bisa nganterin kesana.

Entah sudah berapa kali saya kesini dan sudah berapa orang yang saya ajak kesini, tapi selalu dapet serunya dan ga pernah bosen juga. Tapi ‘mindul’ kali agak berbeda, karena saya harus bawa anak usia 18 bulan. Awalnya galau, udah gamau turun aja takut Seka rewel. Soalnya sekali udah jalan, ga bisa mundur lagi, harus ikutin arus sampe kurang lebih 30 menit kedepan. Instruktur pun udah ngasih peringatan, kalo ragu mending jangan. Tapi yaudah nekat aja demi pengalaman, yang penting keamanannya tetep dijaga.

Awal turun ke sungai, Seka masih happy bisa ketawa tawa sambil main air. Begitu masuk ke area goa, mulailah dia berontak nangis. Mungkin karena gelap ya, jadi ga nyaman. Akhirnya disusuin selama perjalanan susur goa, ada kali 15 menit nyusuin di dalem goa, siapa tau jadi punya naluri batman. haha. Tapi begitu cahaya udah nampak, dia udah berani lepas dari mamanya dan mulai ikutan main air. Endingnya justru malah gamau naik, keasyikan main air. Ya mungkin kecampur naluri aquaman juga.

  • Puncak Becici

Jalan jalan sambil bawa anak bayi itu ribetnya berkali lipat. Begitulah kondisi pasca nyebur goa pindul dan akan beralih ke tujuan selanjutnya. Mulai dari harus mandiin, nyuapin, belom lagi ditambah bumbu drama maunya makan bareng kucing. Jadi kami memutuskan untuk memisahkan diri dari rombongan dan memutuskan untuk nyusul sendiri ke tujuan wisata selanjutnya yaitu puncak becici.

Berbekal google maps, goa pindul – puncak becici bisa ditempuh dengan waktu kurang dari 1 jam (alhamdulillah ga disasarin), mungkin kalo yang udah hapal jalannya bisa lebih cepet. Tiket masuk murah, cuma Rp. 3000 kalo ga salah dan parkir mobil Rp.10.000.

Puncak becici sebenernya lebih hutan pinus yang dengan kretivitas warga disulap jadi tempat yang photoable banget, dan jadi salah satu lokasi foto prewed favorit di Jogja. Banyak instalasi yang dibikin khusus untuk foto foto. Makin terkenal dan ramai semenjak Obama, mantan presiden Amerika nyempetin mampir kesini di tahun 2017, ini beritanya.

Tapi begitu kami sampai sana, ternyata baru dapet info kalau rombongan ga jadi ke puncak becici melainkan langsung balik ke kota. Duar. Yowes mumpung udah sampe, sempetin jalan dan foto sebentar, langsung cuss balik ke kota lagi, dan istirahat.

Hello Bapakari.com !

Halo pembaca yang nyasar kemari. Blog bapakari.com ini sebenernya media penyaluran kepo dan iseng saya, karena pada dasarnya saya bukan orang yang suka nulis. Belajar dari kesalahan domain sewamobiltoilet.com yang bikin saya punya tagihan naudzubillah tiap tahunnya, gara gara ga ngerti gimana bikin web sendiri. Belajarlah saya untuk beli hosting bonus domain, kelola hosting, dan pake cms, jadilah blog ini.

Sebenernya sudah beberapa kali saya mencoba buat blog baik itu yang beli domain sendiri maupun pake yang gratisan, tapi ga pernah ada kelanjutannya. Males nulis dan ngurusinnya hehe. Dan belum tau juga blog ini akan bernasib sama atau enggak haha.

Kenapa dipilih nama bapakari.com ? Alasan utama sih karena nyari yang gratis haha. Alasan lainnya karena kata yang paling tepat untuk mendifinisikan saya untuk saat ini adalah “Bapak”. Bapak bagi anak saya (yang lagi suka manggil manggil orang terdekatnya), dan Bapak rumah tangga bagi keluarga saya.

Enjoy this blog!